Thursday, 16 August 2018
Bisnis Rumahan Hobby

Cara Menanam Dan Merawat Tabulampot Yang Baik

Cara Menanam Dan Merawat Tabulampot

Dengan menerapkan cara penanaman dan perawatan yang baik pada tabulampot akan memberikan hasil yang optimal. Untuk menanam buah dalam pot, sebelum digunakan media tanamnya harus disaring terlebih dahulu, supaya terbebas dari bahan asing yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Kemudian masukkan media tanam kedalam pot sampai batas bibir pot dan dibiarkan selama satu minggu. Setelah itu bagian tengah media tanam dilubangi dengan ukuran lebih besar dari polibag tempat bibit yang ditanam. Untuk memperlancar aliran air, bagian bawah pot sebaiknya diberi alas batu bata.

Pemindahan bibit dari polibag kedalam pot dengan cara melepaskan polibag dengan pisau tajam, kemudian dipindah kelubang dalam pot media tanam, lalu ditimbun dengan tanah galian dari media tanam. Waktu yang tepat untuk pemindahan tanaman dari polibag kedalam pot adalah sore hari. Untuk penempatan tabulampot sebaiknya diletakkan ditempat yang teduh supaya bisa menyesuaikan dengan perubahan iklim. Saat ditempat yang teduh penyiraman tabulampot dilakukan setiap pagi. Setelah kurang lebih  1 bulan tabulampot bisa dipindah ketempat yang terkena sinar matahari penuh.

Setelah beberapa lama tabulampot akan tumbuh dan berkembang, sehingga wadah pot tidak cukup lagi. Untuk itu media tanam harus diganti dengan cara menyiram air sampai lunak dan mudah dilepas untuk dipindah kedalam pot yang lebih besar.

Untuk penyiraman tabulampot sebaiknya dilakukan minimal satu kali sehari, karena jika tidak disiram daunnya akan rontok dan butuh waktu yang lama untuk kembali seperti semula.

Hal yang perlu diperhatikan untuk penyiraman tabulampot adalah sebagai berikut :

  1. Air yang digunakan sebaiknya menggunakan air sumur dan mata air. Jika terpaksa menggunakan air pam, sebaiknya diendapkan satu malam terlebih dahulu sebelum dipakai supaya terbebas dari kaporit yang bisa meracuni tanaman.
  2. Jumlah air yang digunakan disesuaikan dengan ukuran pot.
  3. Saat menyiram diusahakan airnya tidak tergenang pada permukaan pot.
  4. Bersihkan debu yang menempel pada tanaman dengan penyiraman.
  5. Hentikan penyiraman jika air sudah mengalir dari dasar pot.
  6. Media tanam bisa menjadi padat dengan disiram, sehingga penggemburan minimal sebulan sekali.

Pemupukan yang dilakukan secara rutin penting untuk tanaman buah dalam pot. Ada 3 jenis pupuk yang digunakan, yaitu :

  1. Pupuk organik. Yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang yang diberikan pada tanaman rutin 2 tahun sekali.
  2. Pupuk anorganik. Diberikan tiap 3 bulan sekali, biasanya dalam bentuk pupuk majemuk atau NPK. Dosisnya disesuaikan dengan besarnya tanaman. Dalam wadah drum berukuran 100 liter memerlukan NPK sebesar 50 g per pot. Selain pemberian pupuk NPK, tabulampot juga perlu diberi unsur hara mikro yang merupakan sumber nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yaitu Mg, Zn, Fe, Ca, dan Cl.
  3. Pupuk daun. Pemberian atau penyemprotan pupuk daun dilakukan pada 2 tahap pertumbuhan. Pertama saat pertumbuhan vegetatif dilakukan 1 bulan setelah pemangkasan. Kedua  saat pertumbuhan generatif yang dilakukan setelah tajuk tanaman tumbuh dan daunnya sudah dewasa sampai tanaman berbunga.

Selanjutnya adalah pemangkasan tanaman yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dari serangan hama dan penyakit, sehingga akan meningkatkan produksi tabulampot. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan pisau tajam, bersih dan tidak berkarat. Bekas sayatan oleh gergaji dibersihkan supaya serbuk gegaji tidak tersisa, lalu diolesi lilin parafin dan cat.

Ada 3 macam pemangksan yang bisa dilakukan untuk tabulampot, yaitu :

  1. Pangkas berat. Biasanya dilakukan pada tanaman yang sudah terlalu tua, sehingga pangks berat ini sering dikenal dengan peremajaan. Peremajaan dilakukan karena tanamannya tergolong unggul dengan batang utamanya yang kekar dan besar. Dahannya dibiarkan bertunas dengan bagus lalu dipilih 3 tunas terbaik yang nantinya bisa menghasilkan buah.
  2. Pangkas sedang. Pemangkasan ini akan membuat tanaman lebih indah, dengan cara membuang cabang yang tua, cabang yang kena hama dan penyakit, cabang yang kedalam, tunas yang terlalu rapat dan tunas air yang tidak produktif.
  3. Pangkas ringan. Untuk melakukan pemangkasan ringan sebaiknya tanaman dipupuk terlebih dahulu. Pemangkasan dilakukan pada ujung percabangan dan akar tanaman yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan cabang yang memanjang. Dengan demikian energi tanaman bisa digunakan untuk tumbuhnya bunga dan mempercepat tanamn untuk berbuah.

Post Comment