Tuesday, 20 November 2018
Lifestyle Travel

Misteri Gunung Slamet : Mendengar suara Adzan dan bunyi gamelan, apa yang harus dilakukan saat tersesat di gunung?

tersesat di gunungMisteri Gunung Slamet, beberapa waktu lalu kita membaca berita tentang 3 orang pendaki di gunung Slamet yang tersesat, dan hal ini juga sering terjadi di beberapa waktu sebelumnya. Mengapa sering terjadi demikian? Permasalahan besar para pendaki gunung biasanya hanya sekedar hobby ikut-ikutan tanpa persiapan pelatihan dan minim pengetahuan tentang survival (bertahan hidup di alam bebas.

Diambil dari pengalaman Tim SAR DIY ketika mencari pendaki gunung yang tersesat dalam pendakian gunung Slamet dan mereka berada di tengah-tengah hutan tanpa mengetahui arah sama sekali, dan saat itu alat telekomunikasi mereka masih berfungsi.  Informasi minim yang diterima tim SAR  adalah :

Menurut Daru dalam pesan singkatnya, survivor tidak bisa menyebutkan kondisi medan di lokasi tempat mereka tersesat. Mereka hanya melaporkan mendengar suara Azan dan musik dangdut di hutan itu.

Bagi pendaki gunung yang memiliki kemampuan yang minimatau paspasan, mereka akan cenderung mengikuti arah datangnya suara-suara tersebut dengan asumsi bahwa itulah suara dari perkampungan terdekat. Pada kenyataannya suara tersebutcukup sulit diduga dari arah manakah suara itu berasal  atau dari kaki gunung sebelah manasuara itu bersumber.

Terus sebenarnya berasal dari manakah suara tersebut? Pada malam hari suara dari kaki gunung merambat ke atas dan ini berasal dari segala penjuru kaki gunung. Dan  suara itu merambat dari bawah ke atas, ada kemungkinan suara itu merambat dari arah jurang. Hal ini sangat berbahaya bila mengikuti suara tersebut. Bisa-bisa bila diikuti justru mengarahkan kita ke arah jurang tersebut. Jadi jangan sekali-kali berpathokan kepada suara-suara yang datangnya tidak jelas arahnya.

Yang lebih berbahaya, banyak pendaki yang tidak tahu asal muasal suara tersebut (contoh suara gamelan atau suara Adzan) , seolah-olah terjadi suara aneh dan misterius sehingga mereka membayangkan suatu yang gaib dan mereka lari ketakutan ketika malam dan suasana gelap sehingga justru ini membahayakan keselamatan jiwa mereka. Justru ketika mereka mendengar suara adzan dan sudah yakin masuk waktu sholat disarankan untuk mengambil wudlu atau tayamum dan mendirikan sholat kemudian berdoa untuk diberikan petunjuk dan bisa terlepas dari tersesatnya arah turun gunung yang benar.

“Ini akan lebih berbahaya lagi, karena jika dalam kondisi takut, bisa menyebabkan pendaki disorientasi dan tersesat, bahkan juga terjatuh ke jurang,” jelas Daru.

Berikut beberapa Tips saat Kehilangan arah / tersesat di Gunung :

Kegiatan di alam terbuka mempunyai resiko utama tersesat. Ketika orang tersesat maka kondisi mental mereka akan menurun, panik, lebih-lebih jika sendirian. Berikut tip untuk menangani keadaan tersebut :

  • Pastikan bahwa dalam perjalanan, arah yang dituju benar, paling tidak ada orang lain yang tahu arahnya.
  • Selalu gunakan alat-alat navigasi seperti peta, kompas, GPS, dan alat komunikasi.
  • Jika sudah tersesat, kembali lagi ke jalan sebelumnya, jika tidak ketemu maka langkah yang terbaik adalah berhenti dan beristirahat dulu, berpikir, kenali medan dengan bantuan alat navigasi dan merencanakan tindakan selanjutnya – Rumus STOP (Site, Thingking, Observation, Planing)
  • Gunakanlah alat komunikasi untuk mengubungi orang lain.

Jika tersesat dan perjalanan tidak mungkin dilakukan maka langkah yang ditempuh adalah :

  • Buat tempat perlindungan untuk istirahat.
  • Jaga agar kondisi tubuh tetap dapat beraktifitas dengan baik.
  • Periksa peralatan dan bahan makanan, jika tidak cukup, maka sebaiknya mencari.
  • Komunikasi dengan orang lain, jika tidak mungkin maka buat tanda untuk menarik perhatian orang.

Demikian semoga artikel tentang tersesat di gunung ini bermanfaat.

Post Comment