Tuesday, 20 November 2018
Travel

Tips Untuk Cara Menulis Laporan Perjalanan Wisata dengan Bahasa yang Benar

Dewasa ini peran media Blog & sosial semakin menunjang para penggunanya untuk memanfaatkan aktivitasnya. Tremasuk dalam hal ini aktivitas wisata atau tour ke tempat-tempat wisata ataupun hanya sekedar jalan-jalan ke kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Banyak orang mengunggah foto-foto hasil jepretannya saat berwisata. Namun sayangnya hanya sekedar jepretan foto-foto sambil menulis wallnya yang menimbulkan kesan pamer.

Akan lebih bermanfaat bila hasil jepretan tersebut dibarengi dengan semacam tulisan singkat  yang bisa diambil pelajarannya bagi orang lain yang akan bepergian ke tempat tersebut. Berikut ini sedikit ulasan bagaimana cara menulis laporan perjalanan wisata singkat yang bisa anda lakukan bila akan diunggah ke media sosial.

Secara garis besar bila anda melakukan perjalanan wisata tidak akan terlepas dari 7 point di bawah ini :

  1. Dimana, kapan dan dalam rangka apa perjalanan tersebut  dilakukan?
  2. Dengan siapa saja melakukan perjalanan tersebut
  3. Akomodasi dan Penginapan yang tersedia
  4. Obyek wisata dan atraksi yang ada
  5. Kuliner khas yang bisa dinikmati
  6. Oleh-oleh dan souvenir
  7. Kesimpulan yang berisi resume tentang  kesan-kesan, dan beberapa rekomendasi tentang point-point di atas

Nah bila ulasan anda sudah berisi minimal point di atas maka ulasan anda bisa memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang perjalanan yang pernah anda lakukan.

Tidak kalah pentingnya adalah photo-photo hasil jepretan yang ingin anda tampilkan, yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu banyak photo-photo pribadi sehingga mengalahkan obyek wisatanya. Pilih photo-photo dengan kualitas yang terbaik baik dari sisi obyek maupun dari sisi ketajaman gambarnya.

Ada juga teknik penulisan yang disajikan dalam format harian, dimana sang penulis melaporkan kegiatan wisatanya mulai dari hari pertama berawal dari keberangkatan hingga hari terakhir sampai tiba di rumah kembali. Teknik ini jika sang penulis jago dalam hal mendiskripsikan pengalamannya akan menjadi suatu tulisan yang menarik. Karena biasanya laporan dalam bentuk ini bisa lebih detail dan tentunya menghasilkan tulisan yang berlembar-lembar. Namun bila sang penulis kurang pintar dalam hal penulisan akan menjadi laporan perjalanan yang membosankan.

Yang perlu diingat sekali lagi dalam hal  Cara Menulis Laporan Perjalanan Wisata dengan Bahasa yang Benar adalah 7 point diatas jangan sampai ada yang tertinggal. Dan bisa anda tambahkan juga keterangan yang paling penting dan sangat dibutuhkan oleh orang yang mencari informasi tentang lokasi wisata yang anda tulis yaitu berapa biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan tersebut. Karena seperti kata pepatah “yang utama adalah UUD (ujung-ujungya duit)”. Informasi biaya ini akan menjadi acuan seseorang bila ingin berkunjung ke tempat wisata tersebut.

Oke bagaimana selanjutnya? Silahkan anda merancang perjalanan wisata di liburan mendatang dan jangan lupa siapkan peralatan untuk mengabadikannya. Dan tulis laporannya untuk blog anda ataupun di upload ke sosial media dan biarkan orang lain mengambil pelajaran dari perjalan yang anda lakukan.

 

 

Post Comment